Rabu, 10 Desember 2025

Penguatan Kapasitas SDM Digital Jadi Pondasi Penting Menuju Bandung Barat Sebagai Smart City

 Penguatan Kapasitas SDM Digital Jadi Pondasi Penting Menuju Bandung Barat Sebagai Smart City

Pewarta : Lina SC

Kab. Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital lewat penguatan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah sebagai bagian dari keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan pemimpin digital masa depan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bandung Barat, Rony Rudyana mengatakan, Diskominfotik menjadi motor penggerak inovasi digital lintas perangkat daerah, khususnya di Bandung Barat, maka penguatan kapasitas SDM digital merupakan pondasi penting menuju Bandung Barat sebagai daerah cerdas (smart city). hal tersebut dikatakannya saat mengikuti Sertifikasi Government Chief Information Officer (GCIO) tingkat nasional

Ia menyebut peserta sertifikasi sebagai ujung tombak implementasi digital di tingkat operasional. Desa Binaan Imigrasi Jadi Inspirasi di Forum Internasional DGICM 2025.

“Kompetensi GCIO mempercepat langkah kami menuju smart city,” katanya, Senin (24/11/2025

menurut dia, dengan selesainya rangkaian sertifikasi, Pemkab Bandung Barat optimistis dapat meningkatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Selain itu, Pemkab Bandung Barat diharapkan dapat menghadirkan layanan publik yang lebih prima, transparan, dan responsif.

Disebutkan, transformasi digital bukan lagi konsep, melainkan langkah nyata yang terus diperkuat melalui peningkatan kualitas aparatur.

“Melalui penguatan SDM dan kepemimpinan digital, kami berkomitmen menjadikan Bandung Barat sebagai daerah yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan,” ujarnya.

Rony menambahkan, transformasi digital bukan hanya soal perangkat atau aplikasi, tetapi kepemimpinan digital di tubuh birokrasi, agar para pemimpin dan pelaksana memiliki pemahaman menyeluruh tentang strategi dan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sejalan dengan tujuan pembangunan daerah.

Menurutnya, program ini menjadi strategi pemerintah daerah untuk memastikan layanan publik berbasis digital berjalan lebih efektif, aman, dan terintegrasi.

0 komentar:

Posting Komentar